Paedophilia,  Momok Anak-anak di Dunia
Bayangtv.com: Paedophilia adalah sebuah penyimpangan perilaku psikologis, dimana individu secara obsesif mempunyai dorongan keinginan untuk berhubungan seksual dengan individu lain yang berusia jauh di bawah  usianya. Selisih usia dalam kategori paedophilia adalah minimal berjarak 11 (sebelas) tahun antara pelaku dengan korbannya. Istilah Paedophilia secara resmi diakui sebagai sebuah istilah penyimpangan pada akhir abad 19. Kejahatan yang berkitan dengan kasus paedhopilia mulai marak pada tahun 1980-an hingga sekarang. Korban pelaku kejahatan seksual paedophilia pada umumnya adalah anak-anak dengan usia antara 5 - 12 tahun, namun dalam kasus tertentu tercatat korban dengan usia 2 bulan.

Paedophilia bukan saja menjadi momok para orang tua di kalangan ekonomi bawah, karena banyak korban paedophilia juga adalah anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Kasus paedophilia bahkan bisa terjadi dikalangan pendidikan elite, dengan pelaku yang tidak lain adalah para guru, maupun pejabat sekolah yang terhormat di mata masyarakat.
Bayang Reka Television Office:
3th floor, Grahita Indonesia Office Building
Jl. M. Toha, Blok D9/1, Bugel Mas Indah, Karawaci, Tangerang
Indonesia - 15113
e-mail: [email protected]
Phone/Fax : 021-5517190

RADIO STREAMING
PSIKOLOGI
KULIAH
KONSULTASI
HERBAL
TICKETING
GUEST HOUSE
INTERNET
KOMUNIKASI
WEBSITE
IKLAN GRATIS
SUPERMARKETKU
SNACK AND FOOD
LAUNDRY





BERANDA 
OLDER   <   >    NEWEST
ABOUT US 
ARSIP
TREND TOPIC
"Selama itu benar dan baik bagimu,bagi orang lain..dan tak merugikan mereka...lakukan.."
(Ayat-ayat Alam Jiwa)
Kasus-kasus paedophilia yang terjadi, lebih banyak dilakukan bersamaan dengan tindak kejahatan seksual yang tak jarang mengakibatkan kematian bagi korbannya. Sebagai contoh misalnya kasus paedophilia yang dilakukan oleh Brett Peter Cowan terhadap korban bernama Daniel Morcombe di sekolah Sunshine Coast. Daniel, anak remaja berusia 13 tahun ini meninggal secara mengenaskan oleh pelaku. Walaupun Brett sudah tertangkap dan diganjar penjara seumur hidup, namun kasus-kasus paedophilia akan terus membayangi para orang tua di seluruh dunia.  Para orang tua kini menjadi wasiwas setiap saat, dan selalu bertanya-tanya apakah anak mereka juga merupakan korban paedophilia.  Keluarga Bruce dan denise Morcombe, tentu saja tidak pernah mampu menghilangkan perasaan dan bayangan tentang bagaimana masaimasa akhir putra mereka dalam penyiksaan hingga akhirnya meninggal akibat kebiadapan pelaku. Mereka terus mengalami trauma dan kekecewaan yang tak pernah bisa mereka lemparkan kepada siapa selain kepada diri mereka sendiri, terutama tentang mengapa ia tidak bisa membantu anak-nya pada saat saat terakhir kehidupannya. Mengapa ia tidak mampu melindunginya, disaat saat anak mereka membutuhkannya. Masyarakat menduga bahwa para pelaku kejahatan seksual paedophilia telah melakukannya tidak hanya dengan satu korban.
Kasus-kasus semacam ini kemudian memunculkan pertanyaan yang penting untuk direnungkan, bisakah paedophilia disembuhkan. Penyembuhan paedophilia bagi pelaku memang bukan untuk meringankan hukuman pelaku, namun lebih pada pemampatan kejadian perlakuan mereka di masa mendatang, minimal ketika mereka kembali lagi ke tengah-tengah masyarakat.


Paedophilia, Mungkinkah Disembuhkan...?
Istilah "Paedophilia" berasal dari kata Yunani yang terdiri dari kata Paedo yang berarti cinta, dan philia yang berarti anak. Perdebatan masih terjadi berkaitan dengan definisi yang tepat untuk menggambarkan penyimpangan perilaku psikologis ini, terutama untuk menyimpulkan apakah paedophilia ini merupakan gangguan medis yang terjadi karena kegagalan pembelajaran impuls, atau lebih merupakan kegagalan orientasi seksual.
Penelitian lanjutan telah menemukan bahwa orang-orang kidal memiliki kemungkinan besar untuk menjadi pelaku paedophilia.
Namun tentu saja, pendapat diatas belumlah signifikan, karena bisa saja paedophilia terjadi tidak merupakan bawaan sejak lahir.
Ada beberapa penelitian yang mengarah pada kesimpulan bahwa, korban paedophilia memiliki kemungkinan besar untuk menjadi seorang paedophil di masa tuanya.
James Cantor, psikolog sekaligus ilmuwan yang mendalami masalah ini, berpendapat bahwa peristiwa yang terjadi pada kasus paedophilia lebih disebabkan karena pengaruh pembelajaran dan jebakan penyimpangan social yang terjadi pada masa sebelumnya. Ilmuwan dari Universitas Kanada ini, selanjutnya menyampaikan bahwa para korban paedophilia akan mengalami trauma dan menyebabkan kegagalan asosiasi social yang berakibat kearah penyimpangan seksual yang negatif.  "Temuan [kami] menunjukkan bahwa, apa pun rantai peristiwa mengarah ke pedofilia, link pertama adalah rantai yang selalu terhubung pada masalah yang muncul sebelum masa kelahiran," ia menjelaskan. "Artinya, bisa jadi bahwa factor biologi menyebabkan pedofilia, tapi lingkungan yang membuat seseorang lebih mungkin untuk bertindak dan terobsesi pada  minat seksual dan keinginan untuk  menganiaya seorang anak."


Ini mungkin membantu menjelaskan mengapa meskipun sekitar setengah dari pelaku kejahatan seks anak mengatakan mereka dilecehkan sebagai anak-anak, termasuk Brett Cowan dan pedofilia terkenal lain, Namun faktanya  sebagian besar korban anak tidak menjadi pelaku di kemudian hari.

Jumlah pelaku paedophilia (paedofil) di dunia adalah 1-2 % dari seluruh jumlah penduduk pria di dunia, walaupun penelitian kontroversif telah menemukan bahwa 1 dari 5 pria dewasa bisa bercinta dengan anak-anak. Namun perlu dicatat bahwa para pelaku paedophilia tidak semuanya bertindak atas dorongan kemauan mereka sendiri, dan perlu juga diperhatikan bahwa tidak semua pelaku kejahatan seksual juga seorang paedopil, beberapa diantaranya mungkin adalah para predator yang oportunis.
Meskipun beberapa pedofil, seperti mendiang Dennis Ferguson, mengaku telah mampu mengatasi keinginan obsesifnya  pada anak-anak, namun sejauh ini belum  ada bukti yang kongkrit tentang penyembuhan untuk pedofilia. Pendekatan terbaik untuk pengobatan, kata James Cantor, adalah "membantu orang untuk mengelola kepentingan seksual mereka terhadap anak-anak."

Terapi perilaku kognitif, yang melibatkan pedofil mengajar bagaimana untuk menghindari risiko individu seperti berteman ibu tunggal atau terlibat dengan sekolah, merupakan salah satu metode yang paling sukses, menurut Stephen Smallbone, profesor di School of Kriminologi dan Peradilan Pidana di Queensland Griffith University



Pengebirian menggunakan operasi atau obat-obatan untuk mengurangi dorongan seksual. Ini dapat membantu, tetapi hanyalah semacam penyembuhan pelengkap saja, karena tidak selalu mencegah pelaku untuk tetap  menganiaya anak-anak dan hanya  dapat mencegah mereka melanjutkan hubungan seksual.

Dalam kasus apapun, sangat sulit untuk mengukur efektivitas pengobatan, James Cantor menunjukkan, karena mereka hanya dapat diuji coba pada sukarelawan

Bagaimana cara yang tepat untuk menghentikan kasus penganiayaan pada anak?

Dalam berbagai kasus, para pelaku kejahatan seksual termasuk para paedofil akan melakukan tindakan obsesifnya pada saat mereka mengalami kegoncangan jiwa seperti, rasa  putus asa, kesedihan, atau kekecewaan yang memuncak. Mempelajari tanda-tanda ini adalah sangat penting bagi anak-anak agar segera bisa menghindar bila menemukan orang asing dengan wajah yang sedemikian. Tanda-tanda keguncangan jiwa sebenarnya sangat mudah untuk dikenali, dan itu bisa diajarkan secara signifikan kepada anak-anak sejak mereka berada dibangku sekolah taman kanak-kanak. Upaya yang paling baik untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kriminalitas seksual pada anak adalah dengan memberikan proteksi yang cukup kepada mereka, oleh para keluarga yang bersangkutan. Membiasakan untuk waspada terhadap orang asing (hal yang sangat jarang dilakukan oleh anak) perlu dibiasakan, demi keamanan mereka.

Paedophilia tak jarang menelan banyak korban, tidak hanya di Asia, bhkan kasus-kasus serupa juga terjadi di Negara-negara maju seperti Amerika. Ini adalah kasus paedhopilia yang terjadi di Negara Cambodia. Korban mereka rata-rata adalah anak-anak gadis dari keluarga papa.  Para pelaku biasanya mengawalinya dengan berpura-pura baik kepada keluarga mereka , sampai akhirnya pelaku menjerat korbannya dengan berbagai kegiatan seksual yang menyimpang.
Di perancis misalnya,dalam tahun ini telah mengadili sebanyak 39 pria dan 27 wanita berkaitan dengan kasus paedophilia yang melibatkan 45 anak-anak dan bayi. Kasus ini menjadi berita yang paling mengejtkan di Negara tersebut.


Paedophilia, merupakan  istilah yang ditujukan pada kasus kelainan seksual individu yang berdampak pada ketertarikan secara obsesif untuk melakukan hubungan seksual dengan individu lain dengan usia yang jauh di bawahnya. Paedophilia akan selalu membawa  korban anak-anak, pada umumnya.
Pedofilia secara resmi diakui sebagai sebuah ketidak normalan seksual  pada akhir abad ke-19.
Sejumlah hasil penelitian ilmiah telah meneukan kasus paedophilia secara signifikan pada tahun 1980, di mana pelaku utama lebih dominan adalah pria, walaupun beberapa kasus serupa juga terjadi oleh pelaku wanita.
Kasus paedophilia yang sangat terkenal di amerika terjadi pada tanggal 16 Spetember 1995 oleh pelaku paedophilia bernama Steven Oliver, korbannya adalah Jessica Mullenberg. Oliver yang adalah seorang guru telah menculik dan membawa kabur Jessica gadis berusia 13 tahun, setelah sebelumnya membujukknya agar ikut dengannya karena oliver berjanji akan membawa tulisan-tulisan Jessica pada penerbit terkenal.  tiga bulan kemudian gadis ini diketemukan di sebuah hotel di Houston, yang berjarak ratusan miles dari tempat tinggalnya di Wincouisin. . Pelaku dihukum 40 tahun, dan Jessica kembali ke keluarganya. Sampai saat ini jesicca terus menceritakan kisah penculikannya dan mencoba membantu orang-orang yang mengaalami pengalaman yang serupa.
Sumber: Berbagai sumber



Gambar:
Daniel Morcombe(13), korban kejahatan seksual oleh pelaku paedophilia
Gambar:
William James Vahey, pelaku paedophilia, salah satu korbannya sekarang juga menjadi paedopil di Indonesia
Gambar:
Jessica Mulenberg (13), korban penculikan seorang paedopil, ditemukan selamat setelah 3 bulan dalam pencarian.
Paedophilia,  Momok Anak-anak di Dunia
Paedophilia, Mungkinkah Disembuhkan...?